Sensasi Laut Mati, Kaga ada Mati-nye ! Bisa Mengapung & Bikin Kulit Jadi Halus

laut mati israel 02

JEJAKLANGKAHKU – Meskipun telah diprediksi bahwa keberadaan Laut Mati (Dead Sea) yang terletak di antara Yordania, Israel dan Tepi Barat Palestina, suatu saat nanti akan lenyap karena tinggi permukaan airnya yang semakin menurun dari waktu ke waktu, namun sensasi berada di titik terendah di permukaan bumi ini (sekitar 400 m di bawah permukaan laut), masih menjadi favorit pengunjung dari seluruh belahan dunia untuk bisa mampir di spot ini.

laut mati israel 02

Dari namanya saja sebenarnya sudah cukup menyeramkan, Laut “Mati”, hmmm… kata mati ternyata lebih menggambarkan tidak adanya kehidupan di dalam laut tersebut karena kadar garamnya yang sangat tinggi mencapai 32% atau sepuluh kali lipat dari kadar garam di laut biasa pada umumnya yang hanya sekitar 3%. Tingginya kadar garam inilah yang menyebabkan tidak ada satu makhluk hidup yang mampu bertahan hidup di dalam air lautnya. Dan, sebenarnya jika diamati dari peta lokasi Laut Mati ini, sebutan yang lebih tepatnya adalah sebuah danau dan bukanlah sebuah laut karena selain lokasinya yang berada ditengah-tengah daratan (liat petanya), laut mati ini dulunya terbentuk akibat retakan kecil yang terjadi di lembah Sungai Yordan sekitar tiga juta tahun yang lalu, dimana kemudian air laut masuk dan terkumpul di lembah tersebut dan membentuk hamparan air yang luas. Adanya iklim kering dan evaporasi tinggi pada akhirnya meningkatkan konsentrasi mineral dalam airnya (sumber : Wikipedia).

laut mati israel 1

Suasana di Tepi Pantai Laut Mati, Israel

Jadi kalau mau membayangkan suasana di sekitar laut mati ini ya mirip-mirip dengan saat berkunjung ke sebuah danau deh bro sis. Bahkan saking terkenalnya laut mati ini, tepian lautnya saja sudah dilengkapi dengan jejeran kursi-kursi tempat berjemur layaknya sebuah pantai beneran. Terlepas dari kisah histori keagamaan yang pernah menyebut nama Laut Mati ini dalam kitab suci masing-masing (di Alkitab bisa kita jumpai di Kitab Kejadian 14:3, Kitab Bilangan 34:3,12, Kitab Ulangan 3:17, Kitab Yosua 3:16; 12:3; 15:2,5; 18:19, Kitab 2 Tawarikh 20:2, Kitab Yehezkiel 47:8), yang jelas suasananya kini lebih mirip tempat wisata pantai dimana kita bisa berendam, bermain lumpur, beroleskan lumpur serta yang paling seru adalah bisa mengapung tanpa bantuan apapun, bahkan di kedalaman yang hanya sebatas paha saja bisa mengapung, wew !

laut mati israel 2

Suasana di tepi pantai Laut Mati, Israel

Sensasi unik pertama yang bisa kita rasakan disini adalah mengapung. Yup, cukup dengan hanya berjongok kemudian merebahkan tubuh ke arah belakang, maka biarkan lah tubuhmu ditopang oleh air lautnya. Kadar garam yang tinggi inilah yang membuat tubuh manusia tidak bisa tenggelam disini, sampai-sampai yang gak percaya pun harus membawa buku atau koran hanya untuk membuktikan bahwa dia bisa tiduran terlentang sambil membaca tanpa berpegang ataupun bertopang pada apapun. Namun, satu hal yang patut diwaspadai disini adalah jangan sampai membiarkan mata kita terkena percikan air lautnya ya gaes, kenapa ? karena bakalan perih bangeeetttt ! Wong air laut biasa aja kalo masuk ke mata sudah perih, apalagi ini dengan kadar garam 10x lebih tinggi dari biasanya, kena dikit aja, setitik aja, udah perihnya minta ampun. Jadi, jika ingin mencoba mengapung disini, usahakan jangan bermain-main dengan percikan airnya ataupun siram-siraman air layaknya di kolam atau laut umumnya, tapi berhati-hatilah dengan percikannya dan mendingan langsung mengambil posisi mengapung ketimbang bermain-main.

laut mati israel 3

Ayok Luluran dan Maskeran Lumpur Laut Mati

Sensasi unik lainnya adalah adanya lumpur yang berasal dari dasar laut ini yang ampuh menghaluskan kulit. Awalnya sih gak percaya, tapi setelah saya mencobanya, ternyata benar sodara-sodara, khususnya jika dioleskan di wajah kita, sensasinya akan sangat terasa beberapa jam setelah proses maskeran tadi. Nah lumpurnya ini hanya bisa di jumpai di kedalaman tertentu ya gaes, jadi harus berjalan ke arah sisi lautnya yang lumayan dalam, tapi masih berkisar setinggi pinggang gitu deh. Coba dirasa-rasa dulu tekstur pasir di dasar lautnya, kalau masih berupa pasir ya berarti belum ada lumpurnya dan harus terus berjalan mencari sisi bagian dasar lautnya yang mengandung lumpur, tentunya dengan tekstur yang lebih lengket dan kenyal di tangan. Lalu, oleskanlah di sekujur tubuh kita dan bahkan sampai ke wajah…. dijamin jadi lebih muda 10 tahun wkwkkwkw.

Oiya, karena suasana di Laut Mati ini yang sudah menyerupai pantai pada umumnya, maka segala fasilitas berenang, berendam dan bersantai, sudah sangat lengkap disini. Mulai dari tempat ganti baju, kamar mandi, toilet bahkan hingga toko-toko yang menjual perlengkapan mandi (baju renang, kacamata renang, peralatan mandi, baju kaos, celana pendek, dst) serta cafe dan restoran, semuanya ada di sini. Dan, satu hal lagi yang menurut saya sayang jika kita lewatkan adalah, belanja aneka kosmetik dan perawatan kulit dari lumpur laut mati yang bisa kita beli di satu toko khusus disini yang juga menjual aneka souvenir dan merchandise Laut Mati (nama Tokonya : Qumran). Namun, berhubung kunjungan saya kali sangat terbatas waktunya, maka sayapun tidak sempat membelinya disini, tapi untungnya kosmetik perawatan kulit dari lumpur Laut Mati ini juga bisa kita beli di beberapa toko lainnya yang masih berada di sekitar area Laut Mati ini, so jangan kuatir ya gaes, masih bisa diperoleh di tempat lain, tapi kalau memang sempat membeli disini, ya silahkan aja, dijamin lebih asli pastinya.

laut mati israel 4

Toko Kosmetik Lumpur Laut Mati di Laut Mati, Israel

Kostum untuk mandi disini pun nampaknya beragam ya, ada yang serius pake baju renang bahkan sampe pake bikini, ada juga yang cuma bercelana pendek dan telanjang dada (khusus laki), dan ada juga yang bercelana pendek dengan atasan baju kaos biasa (nah saya ini …hehe, soalnya baju kaos yang saya bawa memang khusus yang akan ditinggalkan disini alias gak akan dibawa balik ke Indonesia dengan pertimbangan males nyucinya, apalagi dengan kadar garam tinggi ini bisa bikin kain jadi lebih cepat rusak).

Nah saran saya, gak usah lama-lama deh bermain airnya, apalagi kalo saat kunjungannya adalah bertepatan dengan musim panas seperti saat kunjungan saya ini di bulan Juni 2016 lalu, huaaaaa panasnya sampe ubun-ubun bro sis, tau gak brapa derajat ? 48 derajat Celcius ditambah bonus angin sepoi-sepoi berasa uap air dari panci wkwkwkwk. Jadilah saya bertahan cuma sekitar setengah jam dan langsung berlarian ke arah pancoran air untuk membilas tubuh sekalian ganti baju di sekitar area tersebut (meskipun tersedia tempat khusus ganti pakaian, tapi ramenya minta ampun sampe membludak ke luar ruangan hihihi).

laut mati israel 5

Baca Peraturan sebelum Berendam di Laut Mati

Oiya, jika ingin belanja di area ini bisa menggunakan mata uang Syekel (mata uang Israel) ataupun dengan mata uang US Dollar, harganya sama saja koq, nanti akan dikurs sama penjualnya. Sebagai contoh, karena super duper panasnya sayapun membeli sebotol coca cola dingin yang kalo di Indomaret harganya sekitar Rp 5000 per botol, tau gak disini harganya berapa ? lumayan nih 2 USD atau sekitar Rp 27.000…. muahaal ya, tapi gak pa pa deh, sekali aja, yang penting kerongkongan gue jadi seger hehehe. Nah, kalau mau belanja di Toko Qumran juga begitu ya gaes, bisa pakai mata uang Syekel ataupun USD.

Kalo masih penasaran dengan keberadaan Laut Mati ini, buruan aja daftarkan sebagai salah satu lokasi tujuan wisatamu ya gaes, karena menurut infonya, Laut Mati saat ini sudah terancam mulai mengalami penurunan pada permukaan airnya akibat kekeringan yang melanda area sekitarnya. Permukaan air Laut Mati terus menurun dengan kecepatan yang mengkhawatirkan dari 0,8 sampai 1,2 meter per tahun. Luasnya pun berkurang, dari sekitar 950 kilometer persegi menjadi 637 kilometer persegi saat ini. Area Laut Mati yang kering kemudian meninggalkan jurang-jurang besar dan kosong dibagian bawahnya yang disebut sinkhole (sumber : global.liputan6.com) yang kini jumlahnya sudah lumayan banyak, ewww. Sayang sekali jika laut ini sampai lenyap nantinya. Semoga segera ditemukan cara untuk mencegahnya agar keunikan laut yang cuma ada satu di dunia ini bisa terus terpelihara, amin.

– Dead Sea, Israel – Juni 2016 –

– Promiseland Journey –

– My Trip My Happiness –

 

Add Comment