11 Jam Perjalanan Darat dari Makassar ke Toraja, Sulawesi Selatan

JEJAKLANGKAHKU – Ada yang bilang, cuma 8 jam koq perjalanan darat dari Makassar menuju Tana Toraja, ada yang bilang yaaah kisaran 8 s.d 9 jam deh. Tapi, ternyata perjalananku kali ini nyaris mencapai 11 jam perjalanan dari kota Makassar menuju Tana Toraja di Rantepao dan itu bukanlah menjadi masalah, karena bagiku berapa lamapun perjalanan yang kamu tempuh, kalo perjalanan itu bermakna dan berbobot bagimu, ya gak akan terasa lama dan gak akan terasa capek, karena semuanya akan terbayar dengan keindahan, keunikan dan pengalaman berbeda yang bisa kamu jumpai dan nikmati di sepanjang perjalananmu.

View Gunung Nona di Enrekang

Jika sudah berada di kota Makassar dan merencanakan untuk berlibur ke Tana Toraja, maka terdapat beberapa cara untuk dapat mencapainya. Cara tercepat dan termudah memang adalah dengan menggunakan moda transportasi udara, karena saat ini juga sudah banyak maskapai penerbangan yang melayani rute Makassar ke Tana Toraja / Rantepao. Namun tentunya dengan biaya yang lumayan mahal dan juga dengan jadwal penerbangan yang cukup terbatas, jadi kamu harus menyesuaikan dengan budget dan waktu perjalananmu. Cara mudah lainya yang lebih murah dan nyaman adalah menggunakan moda transportasi Bus Malam, dimana sangat banyak operator Bus yang tersedia melayani rute perjalanan ini, mulai dari Bus yang biasa-biasa saja, Bus AC, hingga Sleeper Bus yang fasilitasnya sama dengan Sleeper Bus yang ada di luar negeri, juga bisa menjadi pilihan transportasimu. Nah soal harganya, mulai dari kisaran Rp 150 ribuan (Bus AC malam biasa), hingga Rp 250 rb s.d 350 rb per seat untuk Sleeper Bus (perbedaan harga bergantung pada fasilitas yang tersedia, semakin lengkap, akan semakin mahal tentunya), silahkan googling untuk mencari info lengkapnya ya gaes, sudah bisa dipesan online juga koq.

Rombongan Jejaklangkahku sudah teler semua hahaha

Cara lainnya yang juga lumayan nyaman, apalagi jika perjalananmu adalah rombongan sekitar 5 s.d 7 orang, maka kamu bisa menyewa mobil L300, yang kalo dihitung-hitung biayanya jauh lebih murah (sudah termasuk biaya sopir dan BBM) ditambah lagi kamu bebas pilih waktu keberangkatanmu dan bisa mampir di mana saja di sepanjang rute perjalananmu yang artinya kamu akan lebih bisa menikmati perjalananmu dengan sangat bebas dan nyaman. Nah berhubung trip gue kali ini adalah bersama keluarga dengan 3 orang ponakan, maka menyewa mobil L300 inipun menjadi pilihanku. Thanks to Mas Yadi yang sudah mengatur semua akomodasi di Toraja ini, lengkap dengan drivernya yang super duper cerewet sampe bikin gue kaga bisa tidur sepanjang perjalanan karena hobinya ngoceh mulu hahahaha, tapi lumayanlah dapet info yang banyak dari dia plus bonus dikasi ketawa mulu hihihi. Oiya, kalo kamu merencanakan untuk sewa mobil ke Toraja, bisa menghubungi Mas Yadi ya gaes, ini nomornya (081342773677), dia adalah salah satu pengelola tour di Makassar yang juga merangkap guide spesialis Bahasa Perancis wew (temen kuliahan kk gue, pengumuman !), sampe sempat-sempatnya foto-foto bareng kk gue dengan para turis Perancis sa bus wkwkkw.

View panorama Sungai Saddang di sepanjang perjalanan menuju Toraja

Nah kenapa harus pake tipe mobil L300 dibanding Innova? Karena ukuran ruang tempat bagasinya luas banget booo ! Bayangkan aja gue sampe bawa 6 koper super duper gede, dan semuanya muat masuk dalam satu mobil plus bonus barang belanjaan saat pulang dari Toraja hihihi (ada cabe rawit, rambutan, langsat, jeruk nipis, jeruk bali, salak, jagung rebus, ikan asin, dodol, bipang, kue khas Toraja, baju kaos, de el el wkwkkwk). Trus enaknya lagi, kursinya tuh satu-satu gitu, jadi bisa buat tiduran plus AC mobilnya yang duingiiinnnya minta ampun, pokoke berasa di bus dah !

Banyak patung-patung pahlawan di sepanjang perjalanan

Kapan saat yang tepat untuk memulai perjalananmu menuju Toraja ? terdapat 2 (dua) pilihan ya bro sis, pertama kamu bisa memulai perjalananmu di pagi hari dan bisa tiba di Toraja saat sore hari, atau jika ingin mengirit penginapan, kamu bisa pilih berangkat malam hari (sekitar jam 9/10 malam) dan tiba pagi hari (gak perlu menginap di hotel lagi). Tapi ada plus minusnya ya, kalo perjalananmu pagi hingga sore hari maka kamu bisa menikmati panorama dan keindahan pemandangan selama perjalanan, tapi jika perjalananmu adalah malam hari, ya tinggal tidur aja sih di mobil, hehehe. Jadi supaya dapet semuanya, perjalanan gue kemaren lengkap banget, perginya sore tiba tengah malam (bayar hotel satu malam) dan saat baliknya, gue pilih perjalanan pagi dan tiba malam di Makassar (lama amat ya, ya iyalah, mampir mulu sih hahaha).

Waaa senangnya nemu makanan sehat di perjalanan
Waaa senangnya nemu makanan sehat di perjalanan
My fav fruit : Langsat

Perjalanan kami ke Toraja mengambil salah satu rute dari beberapa rute yang ada (kata sopir gue sih, ada beberapa rute kota yang bisa dilewati), namun kali ini rute kami adalah dari kota Makassar melewati Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja dan kemudian berakhir di kota Rantepao. Nah apa saja yang bisa kamu nikmati selama sepanjang perjalanan tersebut ?

  1. Wisata Kuliner. Kalo yang satu ini mah, kaga ada habisnya gaes, karena setiap beberapa puluh kilometer, ada aja tempat kuliner yang nongol depan mata wkwkw. Mulai dari saat perjalanan dari Makassar menuju Maros, sepanjang perjalanan banyak resto dan warung makan khas Makassar yang menyajikan Coto Makassar, Songkolo, Ikan Bakar, Roti Unyil, Sop Saudara, Sop Konro, dan sebagainya. Melewati Pangkep, kamu bisa menikmati segarnya aneka buah-buahan musiman yang berjejer dipajang sepanjang perjalanan, kebetulan saat itu sedang musim Jeruk Bali, jadi deh mampir beli 3 biji (Rp 15 rb per biji, mahal gak ya?). Di Pangkep juga banyak dijual ikan-ikan dan sea food segar lainnya, fresh from the sea, bisa bawa pulang dan masak di rumah. Saat tiba di kota Barru, kamu juga bisa belanja Ikan Asin yang tergantung rapi di sepanjang jalan. Masuk ke Pare-Pare, ketemu lagi aneka kuliner sea food, maklum kotanya di tepi pantai, jadi sangat cocok makan ikan bakar disini. Nah saat sudah memasuki kota Enrekang dan Toraja, aneka buah-buahan seperti langsat, salak, rambutan, serta took-toko camilan tradisional banyak bertebaran disepanjang jalan dan bisa menjadi pilihanmu berbelanja.

    Saatnya Makang Ikang Bakar di Pangkep
  2. Photo Stopped. Kata drivernya : Photo Stopped ! Karena gue tuh kaga bisa liat yang indah-indah, dan pasti mengarahkan kamera ke kaca depan atau sekalian buka kaca samping trus jepret. Si driver mah responsif banget, mendadak ngerem dan sampe bisa berhenti plus nuruin gue di pinggir jalan cuma buat ngambil foto dan video hahahha. Tapi suer gaes, cantik banget pemandangan alamnya, kamu akan bertemu dengan sungai, gunung, lembah, jurang, sawah, jalan berliku-liku, view Rumah Tongkonan khas Toraja yang nyempil di antara bukit dan sawah, waaaaa cantik nan indah dah !

    Jadi teringat gambar gunung dan sawah saat masih SD
  3. Wisata Alam. Nah kalo yang ini ada baiknya kamu bikin itinerary dulu ya bro sis, googling dulu, tempat-tempat wisata apa saja yang akan kamu lewati sehingga bisa pas waktu berkunjungnya, karena memang ada banyak sekali tempat wisata yang bisa kamu singgahi saat melintas dalam perjalanan menuju Toraja ini, bisa berupa Air Terjun, Pemandian Air Panas, Makam Khas Toraja, Pantai-Pantai cantik, dan sebagainya.

    Salah satu tempat kongkow dekat Pare-Pare
  4. Kongkow Cantik. Nah kalo yang ini mah wajib ya, biar gak pegel duduk mulu di mobil, jadi gue tuh tiap beberapa jam pasti mampir di cafe or warung buat kongkow cantik sembari nyeruput secangkir kopi atau teh atau apapun yang bisa menyenangkan tenggorokan dan tubuh. Apalagi jika sudah mendekati Toraja, nah banyak banget tuh cafe-cafe yang menyediakan kopi khas Toraja. Kalo bisa pilih sekalian cafe yang ada view panorama alamnya, lumayan kan melepas lelah sembari cuci mata pemandangan indah.

    Dange : kue khas Sulawesi Selatan, enyaaakkkk
  5. Forever Online : Browsing, Googling, SocMed. Buat kamu yang tidak begitu suka perjalanan jauh dan lama, pastinya bakal sibuk main HP kan? Dan kudu mesti online doonk, biar kata mau di gunung, di sungai, lewat jurang, lewat lembah wkwkkw. Makanya, jangan lupa pake simcard Telkomsel ya gaes, karena cuma Telkomsel yang sinyalnya nongol bahkan sampe di puncak gunung paling tinggipun tetap eksist, Forever Online !
Welcome to Tana Toraja
Jangan lupa mampir makan Jagung Pulut khas Pangkep, lembut di lidah yumz

Jadi, begitulah kira-kira sekilas gambaran perjalanan selama kurang lebih 11 jam menuju Toraja yang penuh cerita dan kenangan. Semoga bisa menginspirasi bro sis untuk bisa juga menikmati keindahan Tana Toraja di Sulawesi Selatan !

– Tana Toraja, Sulawesi Selatan – Juli 2017 –

– My Trip My Happiness –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.