Tips Jalan-Jalan ala Solo Traveler ke Cina

JEJAKLANGKAHKU – Berawal dari kota Beijing dan berakhir di kota Shanghai, merupakan sejengkal perjalanan gue saat menjelajah negri tirai bamboo yang kalo mau ngikutin foto-foto ciamik instagramable nya, gak bakal cukup waktu dua minggu lamanya untuk bisa keliling ke seluruh pelosok mainland ini, wong luasnya super duper dahsyat. Jadi, pilihan gue untuk jelajah Cina selama dua minggu ini jatuh pada 4 (empat) kota saja, yaitu start dari kota Beijing, kemudian berpindah ke area perbatasan Cina dan Mongolia yaitu di Inner Mongolia, selanjutnya turun ke kota Xian dan kemudian berakhir di kota Shanghai sebelum kembali ke Jakarta via Kuala Lumpur.

Kenapa gue milih startnya dari kota Beijing ? karena ada spot Great Wallnya gaes, salah satu keajaiban dunia yang wajib gue liat dan rasakan sendiri keindahan dan kedahsyatannya. So, berbekal visa Cina yang bisa kalian apply sendiri karena menurut gue cukup mudah untuk mengurusnya sendiri dengan persyaratan yang tidak terlampau ribet dan bisa kelar dalam 3 (tiga) hari kerja, maka tahap awal persiapan ke negri tirai bamboo ini adalah persiapkanlah visa turis anda, bisa baca artikel gue tentang apply visa Cina disini, klik disini !

Welcome to Beijing Airport, China

Oiya gue perginya sendiri aja ya gaes alias solo traveler, berhubung gak nemu temen yang punya jadwal dan passion traveling yang sama, so terpaksa… solo traveling lagi deh. Kalo udah pegi sendirian gini, maka siapkanlah semua berkas-berkas tiket pesawat, eticket hotel, bukti booking tour dll dengan cara di print hardcopy juga ya, selain berkas eticket yang kamu simpan di HP, tujuannya buat jaga-jaga kalo ada pemeriksaan atau saat di bandara dan terminal keberangkatan antar kota. Seperti saat gue mendarat di kota pertama yaitu Beijing, maka kebeneran dah, imigrasinya rada-rada ketat, saat tau gue datengnya sendiri, mulai deh rada-rada curiga, apalagi pas gue bilang kalo bakal dua mingguan di China ini, entah kenapa koq ya petugasnya curiga gitu ya, lha padahal kan gue bakal pindah-pindah kota dan udah jelas bakal ke tempat-tempat wisatanya, tapi teteup aja dicurigai, sampe-sampe petugas imigrasi yang lagi melayani gue itu manggil petugas imigrasi lainnya untuk bantuin dia wawancarai gue, karena mereka memang rata-rata bahasa Inggrisnya rodo terbatas, jadi deh gue berhadapan dengan 2 petugas imigrasi sambil ngomong nyampur ama bahasa isyarat sembari menunjukkan semua kertas print-print’an booking tiket pesawat, hotel, dan tour, baru bisa lolos dari imigrasi, huffff ! Untung aja gue gak bawa drone ya, bisa-bisa juga kena sita semua wkwkkw.

Beijing, China

Secara umum, beberapa hal penting yang perlu kalian persiapkan dan perhatikan saat akan berwisata sendiri ke Cina, based on my trip ke 4 (empat) kota di Cina  adalah sebagai berikut :

  • Saat yang tepat ke Cina. Berhubung gue tipe yang gak tahan dengan udara dingin, maka saat yang paling tepat berkunjung ke Cina adalah saat musim summer, yaitu dimulai sejak Mei hingga Juli, dimana kamu bisa membuat foto-foto nan eksotik karena bisa mendapatkan warna biru langit yang cetar membahana tepat di atas Tembok Raksasa Cina, wew ! Usahakan kedatanganmu di saat awal Summer ya gaes, kenapa demikian ? karena kalo sudah mulai masuk pertengahan bulan Juni hingga Juli, maka bakalan rame nya minta ampun karena saat itu adalah saat liburan sekolah di Cina. Waktu kunjungan di hari-hari terakhir di awal Juni lalu aja, udah mulai terasa nuansa rame nya, antri masuk ke Disneyland Shanghai bisa sampe 1,5 jam cuma buat antri mau beli tiket, hadewww ! Dan satu lagi, usahakan tetep membawa jaket atau sweater ya gaes, terutama jika kamu akan berkunjung ke kota-kota tertentu yang lokasinya berada di ketinggian, nah sudah pasti bakal tetep sejuk hingga dingin di sana, meskipun sedang Summer.

    Summer in Beijing China
  • Transportasi Antar Kota. Transportasi antar kota di Cina kamu bisa memilih naik pesawat, kereta api ataupun bus, karena negara ini sangatlah luas, maka pandai-pandailah memilih moda transportasi antar kotanya, sesuaikan dengan lama waktumu berada disini serta tentunya kemampuan keuanganmu. Saat wisata libur Lebaran lalu selama 2 minggu di 4 kota di Cina, saya memilih menggunakan 2x transportasi pesawat antar kota dan 1x transportasi kereta api dari Beijing ke Inner Mongolia dengan waktu tempuh 8 jam perjalanan (lumayan bisa hemat ongkos penginapan 1 malam, karena ngambil kereta malam yang ada kamar tidurnya). Untuk booking pesawat, kamu bisa pakai aplikasi mobile NusaTrip, gampang deh soale bisa langsung milih beberapa moda airlines dengan perbandingan harga masing-masing, sedangkan untuk tiket kereta api waktu itu gue milih belinya online dari Indonesia, sedikit lebih mahal sih harganya sekitar 30% dari harga normalnya, tapi ya itu, udah gak repot lagi saat tiba disana, karena loe bakal mumet berhadapan dengan petugas loket KA nya yang bahasa Inggrisnya terbatasssss banget hahaha, sempat liat bule-bule depan loket pada mau beli tiket di stasiun KA Beijing, lama ya, ngomongnya susah wkwkwk.

    Gambar atas : Kereta Malam to Inner Mongolia. Gambar bawah : Beijing Subway
  • Transportasi Dalam Kota. Nah untuk transportasi di dalam kotanya saat sudah tiba di lokasi, saran gue mendingan loe naik kereta subway atau pake bus kota ajah, lebih mudah dan murah. Paling murah sih pake bus kota ya gaes, tarifnya sekitar 1 s.d 2 yuan saja (sekitar Rp 2200 s.d Rp 4.400 per sekali naik). Untuk tarif kereta subwaynya, sedikit lebih mahal, hanya saja lebih nyaman dan lebih cepat dibanding bus yang sering ketemu macet saat jam sibuk. So, pastikan kamu sudah download rute map subwaynya ataupun bus nya ya gaes, usahakan nyari yang ada tulisan bahasa Inggrisnya, karena kalo udah masuk tengah kota, waaaaa bahasa planet semua dah wkwkkw. Oiya, ada juga taksi meter ya bro sis, bisa kamu coba naik juga, argo nya umumnya normal koq, jadi usahakan nyetop taksi yang memang taksi resmi ya, bukannya mobil biasa yang pake tawar menawar (biasanya nongol di stasiun bus atau kereta), kalo yang tawar menawar ini, harganya dijamin bisa naik 2 s.d 3x lipat dari tarif argo, glek !

    Gambar atas : Stasiun MRT di Airport Beijing. Gambar bawah : Bus dalam kota
  • Paket Data Internet. Ini nih yang paling penting menurut gue, soalnya kan gue perginya sendirian, jadi kudu tetap eksis dimanapun gue berada, gak cuma buat upload foto-foto tapi yang paling penting adalah supaya gue jangan nyasar kemana-mana cuma karena gak bisa googling dan kehilangan arah karena gak bisa baca map online hahaha. Jadi, untuk urusan paket data internet dan telepon saat ke Cina, gue percayakan pada paket roaming internasionalnya Telkomsel, tarifnya sekitar Rp 400 rb an untuk jangka waktu 2 minggu saat itu, tidak beda jauh harganya dibanding kalo kamu beli paket data lokal operator mobile di Cina. Keuntungan pake paket data roaming ini adalah, kamu masih bisa googling dan mendapatkan semua informasi secara online dalam bahasa Inggris dan Indonesia gaes, dibanding kalo kamu beli paket data lokal di Cina, maka semua data yang keluar adalah dalam bahasa lokal Cina, dan satu lagi, tidak semua situs internet bisa kamu akses, seperti FB, WA, Google dll tidak akan bisa kamu buka jika kamu menggunakan paket data lokal di sana, wew ! So, pastikan kamu roaming internasional dari Indonesia ya, kecuali kalo kamu memang sudah PD banget dan gak butuh online, waaawww !
  • Hotel dan Penginapan. Pada umumnya hotel dan penginapan semuanya lengkap di seantero Cina ini, tinggal nyiapin Yuan yang banyak aja, maka kamu bisa memilih jenis hotel dan penginapan yang kamu inginkan dengan harga yang bervariasi. Waktu berkunjung lalu, gue milihnya nginep di Hostel/Dorm saat berada di Beijing dan Xian (harga per malam Hostel di Beijing sekitar Rp 400 rb, dan Hostel di Xian sekitar Rp 150 rb, beda banget ya hahaha), dan memilih nginep di Hotel saat berada di Hohhot dan Shanghai (harga per malam hotel di Hohhot sekitar Rp 250 rb dan hotel di Shanghai sekitar Rp 350 rb). Semuanya udah gue booking online sejak dari Indonesia, dan semuanya gue bayar cash on the spot, berhubung lebih murah kurs nya saat bayar tunai dibanding pake kartu kredit.

    Gambar atas : Kamar Dorm di Xian. Gambar bawah : Hotel di Hohhot
  • Mata Uang Yuan. Saran gue, mendingan loe udah nuker Yuan saat berada di Indonesia, soalnya tidak terlampau banyak money changer yang bertebaran di kota-kota Cina (menurut pengamatan gue sih). Money changer pastinya akan kamu temui di bandara/airport, tapi begitu masuk ke tengah kota, malahan gue gak nemu satupun tuh wkwkw, mungkin ada kali yak klo masuk ke mall-mall besarnya. Tapi untuk lebih amannya, mending nuker langsung dari Indonesia aja, bikin perkiraan biaya mu terlebih dahulu sehingga kamu punya gambaran perkiraan berapa kira-kira kebutuhan uang Yuan mu dan tukarlah di Indonesia. Kalo memang terpaksa belum bisa nuker saat di Indonesia, pastikan kamu membawa US Dollar ya gaes, karena biasanya bakal susah nyari penukaran Rupiah di Cina, jad biar aman, bawa US Dollar.
  • Makan, Minum. Kalo urusan makan minum sudah pastilah banyak gak halalnya disini, jadi pandai-pandailah memilih menu makanannya ya bro sis, atau kalo perlu bawalah bekal makanan kering dari Indonesia. Untuk kota-kota besar seperti di Beijing, Xian dan Shanghai sih masih banyak ditemui resto Fried Chicken seperti Kentucy, Mc Donald, dll jadi bisa banget kamu beli makannya di situ, khususnya di area mall-mall besar, pasti bisa dapet menu halal yang sudah branded internasional. Harga makanan dan minuman juga standar luar negri sih menurut gue, sekali makan noodle mie kuah harganya sekitar Rp 50 rb an, aqua botol kisaran 2 s.d 4 yuan (Rp 2200 s.d Rp 8800, bergantung merk nya). Selain itu, banyak banget camilan-camilan yang pasti bikin kamu ngiler di sepanjang jalan tempat-tempat wisatanya, ya pizza lah, kue duren lah, pia duren lah, sate sea food lah, daaan sebagainya, banyak banget deh pokoke bikin mupeng semua hahaha.

    Jajanan pinggir jalan di area wisata di China
  • Paket Tour. Berbeda saat ke Australia dimana semua paket tour udah gue booking online saat berada di Indonesia, nah khusus ke Cina ini, gue pesen semua paket tour lokalnya saat sudah tiba di kota tujuan. Kenapa begitu gaes ? karena ternyata memang jauh lebih murah jika kamu beli paket-paket tour nya on the spot di kota tujuan. Gimana cara nya gue tau? ya googling dulu kaleeee hehehe. Jadi tipsnya, untuk kota Beijing, kamu bisa pesen paket-paket tournya di Hostel tempat kamu menginap (Great Wall tour, dsb), atau jika memungkinkan, kamupun bisa pergi sendiri aja menggunakan transportasi lokal, tapi ya itu, kudu lama dan terkadang mumet nyari lokasinya karena harus usaha sendiri, jadi saran gue untuk lokasi wisata yang jauh dari kota, mendingan ikut lokal tour, ada guidenya dan dapet temen baru dah hihihi. Di kota Xian gue juga beli paket lokal tour saat akan ke Terracota Warrior, belinya di Hostel tempat gue nginep, harga backpacker wkwkw. Di Shanghai, berhubung gue gak ke tempat wisata yang jauh-jauh, jadinya gue gak beli paket tour, tapi jalan sendiri ajah pake bus dan subway. Nah khusus yang di Inner Mongolia nih yang rada susah, pertama orang hotelnya gak bisa bahasa Inggris, trus kasi no hp agen tournya, saat gue telepon, gak ada yang angkat, dhuarrrr ! panik melanda ! etapi berkat kecerdasan gue, akhirnya gue bisa beli juga tuh paket tour ke Grassland saat gue berkunjung ke salah satu temple besar yang berada di tengah kota Hohhot dimana tepat di bagian penjualan tiket temple tersebut, ada agen tour yang lagi ngetemp nawarin paket tournya, daaan tetep dong, kaga bisa ngomong Inggris wkwkwkw, jadi deh kita bedua duduk seblah-seblahan sambil ngomong pake aplikasi translate hahaha, seru dah ! Dan tau gak gaes, gue dapat harga tour yang sama dengan harga lokal untuk turis Cina, cuma Rp 200 rb untuk seharian jalan-jalan di Padang Rumput Inner Mongolia plus bonus ke pabrik olahan susu khas Inner Mongolia bersama dengan 10 orang turis lokal Cina lainnya dengan guide yang juga berbahasa Cina, wakssss… jadi deh gue seharian pake bahasa isyarat hahahaa, ga pa pa yang penting murcica bambang harganya hahaha !

    Local Tour di China
  • Kebersihan. Ini dia nih yang sangat amat diwanti-wanti ama temen-temen gue saat akan ke Cina, katanya kotanya kotorlah, joroklah, dst. Tapi ya menurut gue, biasa aja tuh, gak jauh beda kondisinya saat gue ke Vietnam, Myanmar, Thailand dll, mirip-mirip aja koq kebersihannya, malahan menurut gue, bersih koq kota-kotanya, kalaupun terpaksa masuk ke toilet umum yang ada di tempat-tempat wisata, menurut gue biasa-biasa aja, gak kotor-kotor banget koq, makanya usahakan selalu membawa tissue dan cairan pembersih tangan ya bro sis. Yang memang agak menjengkelkan hanyalah perilaku manusianya yang, misal, suka batuk sembarangan, buang ludah seenaknya, bersin sembarangan tanpa liat-liat kalo ada orang disekitarnya, dll. Nah perilaku itu tuh yang kadang bikin gue jengkel tiada tara, termasuk budaya antri yang gak karuan, suka main nyelonong aje di depan kita yang udah capek-capek antri… dhuarrr ! sabar, sabar !
Suasana kota Shanghai, China
  • Petunjuk/Informasi dalam bahasa China. Meskipun kamu tetep eksis bisa online saat berada di China, tapi saran gue buat jaga-jaga kalo kehabisan batere HP dan kamu tidak punya pegangan sama sekali kemana kamu akan pergi, maka ada baiknya kamu meminta petunjuk atau informasi tempat tujuan ataupun nama hotel tempatmu menginap dalam bahasa lokal setempat, alias dalam bahasa China, Mandarin atau apapun jenis bahasa yang umum dipakai di sana. Saat kunjungan lalu, gue selalu minta petugas hotel untuk menuliskan nama dan alamat hotel tempat gue menginap, ataupun tempat-tempat yang akan gue kunjungi, dalam bahasa lokal setempat, supaya gue gampang nanya nya ke penduduk lokal misal nanya ke sopir taksi, sopir bus, petugas subway, tukang parkir, penjual makanan pinggir jalan, nanya ke cleaning service, polisi, dan lainnya, yang sudah pasti mereka bakal lebih fasih dan paham membaca tulisan kanji / tulisan China, ketimbang informasi dalam bahasa Inggris, atau kamupun bisa memanfaatkan aplikasi mobile translator untuk menerjemahkan beberapa kata atau kalimat dan kemudian memprint screen di hp mu buat kamu save di HP dan tunjukkan saat tersesat di jalan, termasuk beberapa kalimat sapaan umum yang bakal sering kamu gunakan untuk bertanya, seperti : “bus nomor berapa yang menuju ke arah tempat wisata ini ?” atau “bisakah kamu menunjukkan lokasi toilet di sebelah mana?” atau “jalur subway mana yang menuju ke tempat ini? ” dan sebagainya, pokoke kalimat-kalimat umum yang bakal kamu pake sehari-hari, usahakan sudah tersimpan semua print screen translatornya dalam bahasa China sehinga bisa kamu tunjukkan sewaktu-waktu diperlukan tanpa perlu online. Semoga gak tersesat ya gaes, aminnnnn.

Nah begitulah sekilas tips perjalanan gue saat solo traveling ke Cina lalu, semoga bisa menjadi referensi kalian semua ! Happy solo traveling !

– China – Mei 2019 –

– My Trip My Happiness –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.