Langit Biru Cetar Membahana di atas Tembok Raksasa Cina, Mutianyu Beijing

JEJAKLANGKAHKU – Meskipun tetap berselimutkan jaket tipis saat musim summer di salah satu spot Keajaiban Dunia, The Great Wall di Cina, namun hembusan angin dingin yang sempat bikin sedikit menggigil, lambat laun jadi kebal dibadan ketika seluruh perhatian gue tumpah pada keindahan langit biru yang cetar membahana di sepanjang rute hiking hingga mencapai 10 watchtower di atas Tembok Raksasa Cina.

Finally sukses juga gue menjejakkan langkah di salah satu spot tembok raksasa Cina ini gaes, impian gue akhirnya terwujud dengan mendatangi salah satu spot tembok raksasa Cina diantara beberapa spot yang bisa kamu kunjungi yaitu spot Tembok Raksasa Cina di Mutianyu. Jadi, untuk menikmati keindahan tembok raksasa Cina khususnya yang berada dekat dengan kota Beijing, maka kamu bisa memilih satu atau beberapa spot diantaranya, seperti di area Mutianyu, Badaling, Jinshanling, Simatai, serta spot-spot lainnya yang memang dibuka untuk turis. Nah berhubung dari informasi yang udah gue dapet sebelumnya dan tambahan rekomendasi dari petugas hostel di Beijing, semuanya menyarankan bahwa lokasi spot Mutianyu adalah yang terbaik dikunjungi buat kamu yang tidak terlampau suka adventure, kenapa demikian ? karena spot Mutianyu ini area hikingnya yang paling gampang, sudah tertata dengan baik bebatuan dan tangga-tangga batunya dengan kemiringan yang tidak terlampau curam, jadi sangat aman bahkan buat anak-anak dan orang tua sekalipun. Selain itu lokasinya juga tidak terlampau jauh dari kota Beijing, sekitar 65 km dan juga ada cable carnya, jadi kamu gak perlu manjat dari watch tower paling bawah untuk bisa sampe ke puncaknya, tapi bisa motong jalan dengan cara naek cable car dari sisi bagian tengah tembok raksasanya, enak kan? hehe.

Welcome to Mutianyu Great Wall China

Sebagai perbandingan, untuk lokasi tembok raksasa di Mutianyu terdapat 23 watchtower (bangunan menyerupai benteng lengkap dengan towernya) dan semuanya bisa dikunjungi turis, sedangkan lokasi tembok raksasa di Badaling yang berjarak 70 km dari Beijing, terdapat 43 watchtower dan hanya 19 watchtower yang terbuka untuk turis. Tembok raksasa Jinshanling berjarak 130 km dari kota Beijing dan memiliki 67 watchtower, hanya saja infonya spot ini baru selesai direnovasi dan medan hikingnya lebih ekstrim dibanding Mutianyu dan Badaling, tapi spot ini cocok buat kamu yang doyan adventure dan fotografi karena katanya bisa mendapatkan foto-foto yang indah mempesona, wew ! Nah untuk spot tembok raksasa yang berada di Samatai, juga dilengkapi dengan cable car dan memungkinkan untuk night tour, jadi kamu bisa hiking ke tembok raksasanya saat malam hari. Hanya saja, infonya, jumlah kunjungan turis di spot ini dibatasi, sehingga kamupun wajib reservasi sebelum berkunjung ke sini.

Peta jalur hiking di Mutianyu Great Wall China

Kalo bicara sejarahnya, menurut Wikipedia : pada dasarnya Tembok Besar Tiongkok dikonstruksikan mayoritas pada periode Dinasti Qin, Dinasti Han dan Dinasti Ming. Sebelum periode Dinasti Qin, pembangunan tembok raksasa paling awal dilakukan pada Zaman Musim Semi dan Gugur (722 SM-481 SM) dan Zaman Negara Perang (453 SM- 221 SM) untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara Tiongkok. Dalam periode-periode berikutnya, tembok raksasa bertambah panjang, diperbaiki dan dimodifikasi. Pada tahun 220 SM di bawah perintah Kaisar Qin Shi Huang, Jendral Meng Tian mengumpulkan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang untuk menyambungkan tembok-tembok sebelumnya sebagai garis pertahanan. Pembangunan yang memakan waktu 9 tahun memerlukan biaya mahal dan mengorbankan rakyat jelata. Tenaga kerja yang jadi korban mencapai jutaan jiwa sehingga negara menjadi lemah. Kebencian rakyat pada kerja paksa tersebut memicu kemarahan petani yang berontak menggulingkan Dinasti Qin. Setelah itu, pembangunan tembok raksasa tidak dilanjutkan. Tahun 127 SM, saat Kaisar Han Wudi berkuasa (140 SM-87 SM), proyek renovasi dan pembangunan bagian-bagian tembok lama dilaksanakan selama 20 tahun menambah panjang tembok secara keseluruhan menjadi 1000 km.Pada periode pertama Han, tembok raksasa berfungsi sebagai pelindung kawasan barat dari Bangsa Hun yang mengancam rakyat Tiongkok. Setelah pengaruh Hun melemah, pembangunan tembok tidak dilanjutkan. Mulai tahun 39 M, atas perintah Guang Wudi, jendral Ma Cheng memulai kembali proyek pembangunan tembok besar. Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), setelah menaklukkan bangsa Mongol, tembok raksasa dari periode sebelumnya dikonstruksikan kembali, dengan catatan panjang 5.650 km. Pada masa ini, Tembok Besar Tiongkok dibagi ke dalam 9 distrik militer yang dilengkapi benteng-benteng pertahanan dan pintu gerbang untuk mengawasi daerah perbatasan. Di atasnya dibuat jalan sebagai jalur transportasi. Pintu gerbang paling timur dinamakan Shanhaiguan dan pintu gerbang paling barat dinamakan Jiayuguan. Menara suar atau fenghuotai digunakan untuk menyampaikan pesan militer dengan cara membuat sinyal asap pada siang hari dan api pada malam hari untuk memberitahukan adanya gerak-gerik musuh.

Stasiun cable car di Mutianyu Great Wall China

Nah berhubungan gue perginya ke tembok raksasa Mutianyu, maka cerita gue kali ini adalah perjalanan ke Mutianyu ya gaes. Ada 2 (dua) cara untuk bisa sampe ke spot Mutianyu ini, pertama, kamu pergi sendiri menggunakan public transportation yaitu bus, atau kamu bisa ikut local tour saat sudah berada di Beijing karena banyak sekali agen tour lokal yang menjual paket private tour maupun open trip (digabung dengan turis lainnya). Karena gue udah pernah googling cara untuk pergi sendiri menggunakan bus yang lumayan lama dan ternyata biayanya gak jauh beda dengan ikutan local tour, maka demi menghemat waktu dan tenaga, pilihan gue jatuh pada ikutan local tour (one day tour) dengan biaya sebesar 300 yuan atau sekitar Rp 600 ribu per orang (sudah termasuk lunch).

Gambar atas : suasana di atas cable car. Gambar bawah : monumen The Great Wall

One day local tour ke Mutianyu ini startnya pagi-pagi banget, sekitar jam 7 pagi kita akan mulai start dijemput di hotel masing-masing dan kemudian setelah jumlah penumpang dalam satu minibus tour ini lengkap, barulah kita akan keluar dari kota Beijing sekitar 65 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 s.d 2 jam dan tiba di spot tembok raksasa Mutianyu ini. Oiya, ada guide yang akan mengantar kita ya gaes, ngomongnya pake bahasa English jadi enak deh, bisa ngerti cerita nya wkwkw, tapi guidenya gak akan ikut hiking sampe ke puncak gunung tembok raksasanya, udah bosen kali yak, jadi dia cuma nganter sampe ke spot cable car, selanjutnya silahkan para turis berpencar dan hiking sendiri-sendiri. Sempat keder juga sih, secara gue sendirian, trus gimana dong klo pake acara tersesat waktu hiking ? panik mode on, eh tapi ternyata gampang banget koq, karena trek hikingnya sudah tertata dan teratur dengan rapi, jadi kamu pasti gak bakalan tersesat, aman bro sis !

Mutianyu The Great Wall China

Rombongan kamipun diberi waktu sekitar 4 jam, dimulai dari naik cable car, hiking di tembok raksasanya, hingga kembali ke meeting point yang sudah ditentukan guidenya sebelumnya. Jadi, kalo kalian liat di peta Mutianyu Great Wall tersebut, posisi kami saat tiba adalah tepat berada di sisi bagian bawah dekat dengan stasiun cable car, jadi butuh jalan nanjak dulu dari lokasi parkir mobil menuju stasiun cable carnya, lumayan buat pemanasan hiking nanti, glek ! jadi deh, gue yang paling sering keteteran paling belakang, lha temen-temen gue bule-bule semua, kakinya panjang-panjang dan nafasnya gak habis-habis, hahaha, woiiii tungguin gue woiiii ! untung aja mereka pada sabar ya, kudu nungguin gue yang jalannya lemot ! Nah selain naik cable car untuk dapat sampai ke tembok raksasanya, buat kamu yang hobi adventure juga bisa nyoba naik papan seluncuran saat akan turun dari atas tembok raksasa, naiknya bisa pake cable car dan kemudian turunnya kalian bisa meluncur di atas papan luncuran, dijamin keren banget gaes, wkwkkw. Berhubung gue dah pernah nyoba meluncur ginian saat di Vietnam, dan ternyata gak ada satupun dari temen-temen segrup gue yang mau nyoba pake seluncuran, jadinya kita semua kompak untuk naik dan turun pake cable car aja, ok ok lets go !

Mutianyu The Great Wall China

Oiya, kalo diliat di mapnya, jika kita naik cable car, maka kita akan turun di lokasi tembok raksasanya di watchtower ke-14. Jadi dari total 23 watchtower yang ada di Mutianyu Great Wall ini, dimana watchtower ke-1 berada di sisi paling bawah atau paling dasar, dan watchtower ke-23 berada di sisi paling puncak dari tembok raksasanya, jadi kita sebenarnya sudah menghemat tenaga hiking sebanyak 13 watchtower, lumayan kan, turun dari cable car dan kamu sudah berada di ketinggian tembok raksasa di watchtower ke-14, jadi hanya perlu hiking sebanyak 9 watchtower lagi, maka kalian sudah bisa berada di puncak tembok raksasanya, asiiikkkk, ngirit tenaga dan waktu. Eh tapi buat kamu yang penasaran pengen turun dulu ke watchtower 1 dan kemudian hiking naik lagi hingga sampe ke puncak watchtower 23, ya silahkan aja gaes, manatau bisa langsung langsing hihihi. Kalo gue mah, terima kasih ya, ini aja bakalan ngos-ngos’an sampe ke puncaknya nanti ditambah lagi gue yang dikit-dikit berhenti dan foto-foto, pake tongsislah, pasang tripod lah (maklum kaga ada yang moto’in cuy, cian deh), jadi demi hemat waktu yang cuma dikasi 4 jam saja, maka tanpa mikir panjang, gue langsung hiking menuju watchtower puncak di 23.

Mutianyu The Great Wall China

Oiya, meskipun saat itu summer, tetep aja dingin ya gaes, usahakan bawa jaket atau sweater karena sebenarnya dinginnya gak dingin-dingin amatlah, sebatas ke puncak Bogor deh hehe, cuma anginnya itu loh yang kadang bikin stress, trus jangan lupa juga perlengkapan hikingnya, sepatu kets, topi, kacamata rayban, dan aqua serta makanan ringan buat kamu yang doyan ngemil. Kalo untuk makanan beratnya, kamu bisa makan sebelum ataupun setelah hiking ya bro sis karena sudah banyak sekali restoran dan café yang menyediakan menu lunch dan breakfast di area dekat dengan parkir mobil saat kedatangan tadi, bahkan saat akan turun menggunakan cable car, juga ada café kecil yang menjual aneka minuman dan makanan ringan serta juga ada jualan aneka souvenir The Great Wallnya, meski dengan harga yang lumayan mahal dibanding belinya di Beijing.

Langit biru cetar membahana
Ada Museum Batu disini. Gambar bawah : menu lunch kami

Trus gimana rasanya berada di Tembok Raksasa Cina ini? Amazing gaes, meski sebenarnya rasanya tuh mirip-mirip kalo kamu sedang berada di atas tembok benteng-benteng peninggalan masa lalu yang banyak bertebaran di tanah air, tapi ya emang beda sih, karena hamparan tembok Cina ini yang memang sesuai dengan namanya Tembok Raksasa, maka rasanya pun wow banget, berjalan di atas hamparan panjang bebatuan raksasa dengan lebar jalan berkisar 4 s.d 5 meter dan ketinggian tembok sekitar 7 s.d 8 meter serta dikelilingi pegunungan dan bukit-bukit nan hijau dengan hamparan pohon-pohon dan bunga-bunga cantik mempesona, ewwww. Di beberapa spot kamu bisa naik ke bebatuan temboknya sembari mengambil foto pemandangan di sekitarnya, wew kewren bingit ! pokoke, recommended banget dah, wajib ke sini kalo udah di Cina ya gaes !

Welcome to The Great Wall China

 

– Beijing China – Mei 2019 –

– My Trip My Happiness –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.