Hening, Sepi, ditemani Desiran Angin di Kampung Berua Rammang-Rammang, Maros Makassar (part 2)

JEJAKLANGKAHKU – Bagaikan berada di sepenggal bagian bumi yang terpencil, hening, sepi, disambut desiran angin, saat perahu kami merapat di tepian Sungai Pute, tepatnya di Dermaga Kampung Berua Maros, sebuah perkampungan yang dikelilingi gunung-gunung karst yang sangat unik menjulang tinggi dengan hutan tropis di sekelilingnya. Konon kabarnya, daerah ini merupakan tempat persembunyian para pejuang bangsa yang berada di sekitar Maros & Pangkep takkala mereka sudah terdesak oleh tentara Belanda, mereka kemudian bersembunyi di balik pegunungan karst ini dan pada akhirnya, setelah kemerdekaan mereka mendirikan perkampungan Berua tersebut. Continue reading “Hening, Sepi, ditemani Desiran Angin di Kampung Berua Rammang-Rammang, Maros Makassar (part 2)”

Menyusuri Eksotika Rammang-Rammang dari Jalur Sungai Pute, Maros Makassar (part 1)

JEJAKLANGKAHKU – Dalam bahasa Makassar, Rammang-Rammang berarti sekumpulan “awan” atau “kabut” yang pada akhirnya menginspirasi penamaan tempat wisata di wilayah Maros, Pangkep Makassar ini karena menurut cerita penduduk setempat, daerah sekitar Rammang-Rammang ini sering diselimuti awan atau kabut saat pagi hari ataupun saat hujan turun. Nah yang kemudian membuat lokasi Rammang-Rammang ini menjadi sangat terkenal adalah adanya gugusan pegunungan karst (pegunungan kapur) yang mengitari wilayah ini, baik disisi darat maupun sungainya yang menjadikan pemandangan sekitarnya sangat indah dan eksotis. Sumber Wikipedia bahkan menyebutkan bahwa kawasan pegunungan karst Rammang-Rammang ini adalah yang ke-3 terbesar di dunia setelah Tsingy di Madagaskar dan Shilin di Tiongkok, wew… Indonesia KEREN ! Continue reading “Menyusuri Eksotika Rammang-Rammang dari Jalur Sungai Pute, Maros Makassar (part 1)”