Mengenal Lebih Dekat Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia di Museum RA Kartini Jepara

JEJAKLANGKAHKU – Sebagai anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung & tiri serta merupakan anak perempuan tertua diantara mereka, Raden Ajeng Kartini telah membuktikan tekad dan keinginannya untuk memperjuangkan hak-hak kaum wanita di Indonesia dan hingga kini dikenal sebagai pelopor Emansipasi Wanita. Ingin tau lebih jauh tentang sosok RA Kartini ? Berkunjunglah ke Museum RA Kartini yang berlokasi di kota Jepara Jawa Tengah, dan kamu akan bisa menyaksikan semua saksi sejarah kehidupan dan perjuangan gigih RA Kartini, yang ternyata tanpa gue sadari, kini bisa membuat gue menjadi seorang sosok wanita yang begitu bebas dan merdeka, waw !

Selamat datang di Museum RA Kartini di Jepara, Jawa Tengah
Berbagai koleksi foto-foto RA Kartini di Museum RA Kartini Jepara

Museum RA Kartini berada di jalan Alun-Alun No.1 Desa Panggang, Kecamatan Jepara dan lokasinya berdekatan dengan Pendopo Kabupaten. Dengan luas bangunan berkisar 800 meter persegi, Museum Kartini terdiri dari tiga gedung utama, yaitu :

  • Gedung K. Merupakan gedung utama yang akan kita jumpai saat memasuki museum ini setelah melewati sebuah patung replika sosok RA Kartini. Gedung ini menyimpan berbagai benda-benda bersejarah yang merupakan milik RA Kartini pada masa lalu, mulai dari berbagai koleksi foto-foto keluarga, surat-surat, serta berbagai benda milik pribadi RA Kartini dan perabotan-perabotan yang pernah dipakai pada masa hidupnya.
  • Gedung T. Merupakan gedung ke-2 saat keluar dari gedung utama tadi, dimana banyak ditemukan berbagai koleksi benda-benda yang bernilai sejarah dan purbakala yang ditemukan di wilayah Jepara, seperti arkeologi, keramik, serta terdapat pajangan aneka kerajinan khas Jepara seperti ukir-ukiran kayu, batik torso, keramik, anyaman bambu dan rotan dan lain sebagainya.
  • Gedung N. Gedung ini lebih banyak difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan seni.
Koleksi Foto-Foto dan Surat-Surat RA Kartini di Museum RA Kartini Jepara

Jika menyimak sejarah singkat RA Kartini dimana hingga usia 12 tahun ia diperbolehkan bersekolah di ELS dan membuat Kartini bisa belajar bahasa Belanda, maka peluang ini kemudian dimanfaatkannya untuk dapat belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensinya. Ia pun banyak membaca berbagai surat kabar dan majalah kebudayaan serta dalam beberapa kesempatan Kartinipun banyak membuat tulisan dan dimuat dibeberapa majalah saat itu. Pada akhirnya, meski usianya cukup singkat karena kemudian wafat saat berusia 25 tahun, 4 (empat) hari setelah melahirkan putra pertama dan satu-satunya, berbagai karya tulisan dan surat-suratnya kemudian dibuat menjadi sebuah buku yang dikenal dengan nama “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Berbagai pemikiran dan surat-surat Kartini ini kemudian menarik perhatian serta mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa kala itu.

Berbagai koleksi perabotan RA Kartini di Museum RA Kartini Jepara

Museum RA Kartini buka setiap hari dari Senin hingga Sabtu pada jam kunjungan mulai jam 8.00 s.d 17.00 WIB serta khusus hari Minggu mulai buka pada jam 09.00 s.d 17.00 WIB dengan harga karcis masuknya saat ini adalah Rp 12.500/orang dewasa.

Berbagai koleksi perabotan RA Kartini di Museum RA Kartini Jepara

Nah setelah puas berkunjung di dalam area museumnya, kitapun bisa membeli souvenir sebagai oleh-oleh untuk mengenang jasa RA Kartini, yang bisa dijumpai di area pintu masuk utama museumnya, ada baju kaos, gantungan kunci, pin, magnet kulkas dan aneka souvenir lainnya sebagai kenang-kenangan.

Foto RA Kartini di Museum RA Kartini Jepara

– Museum RA Kartini, Jepara – Agustus 2017 –

– My Trip My Happiness –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *