Solo Traveling ke Raja Ampat ? Bisa Banget, Ini Tipsnya !

JEJAKLANGKAHKU – Raja Ampat, ewww sampe merinding membayangkan gue bakalan menjejakkan langkah seorang diri di sono. Satu kawasan wisata yang sudah sangat populer sejak jaman old sampe jaman now, letaknya paling di ujung timur Indonesia yang alamnya bisa dibilang masih sangat liar untuk dijamah, glek ! Yang muncul dibenak gue adalah perasaan wow bakal keren banget nih, meski disisi lain ada yang berbisik “ati-ati loh, loe kan sendirian, mang bisa bebas kesana kemari gitu? mahal kaleee, trus awas nyamuknya ya !” Duh jadi gimana dong, pergi gak, pergi gak, dan keputusan untuk berangkat seorang diri akhirnya terwujud tatkala e-ticket Batik Air Jakarta – Sorong seharga pp Rp 2,5 juta sudah sukses masuk di inbox email gue, horeeeee mau gak mau harus dieksekusi, tareeeeekkkk mang !

Piaynemo – Raja Ampat, Papua

Secara umum wilayah Raja Ampat yang merupakan bagian dari kabupatan Papua Barat (wilayah di sekitar kepala burung pulau Irian), terdiri dari 4 (empat) pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. Namun dari ke-4 pulau besar tersebut hanya pulau Waigeo dan Misool lah yang sudah sangat terkenal saat ini menjadi tujuan utama para traveler di Raja Ampat, meskipun sebenarnya di pulau Batanta dan Salawati juga terdapat spot-spot menarik untuk dikunjungi serta juga sudah tersedia beberapa penginapan atau homestay, hanya saja belum sepopuler kedua pulau lainnya. Nah berhubung trip gue kali ini lumayan lama, berkisar 15 hari (eh tapi teteup aja masi kurang lama hahaha), maka gue memutuskan untuk menghabiskan 1 minggu jelajah Raja Ampat di sekitar pulau Waigeo (nama kotanya Waisai, ibukota Raja Ampat), kemudian 5 hari di sekitar pulau Misool, dan sisanya 2 hari di kota Sorong.

Homestay di berbagai pulau di Raja Ampat, Papua

Untuk menuju Raja Ampat, maka starting pointmu adalah dari kota Sorong (bukan di Merauke, Nabire, Jayapura atau kota lainnya di Irian ya gaes), jadi carilah penerbangan dari kotamu yang menuju ke kota Sorong di Papua Barat, atau jika kamu punya banyak waktu, juga bisa menggunakan moda transportasi kapal laut (meskipun memakan waktu berhari-hari ya gaes) dari beberapa kota besar di Indonesia dan tiba di pelabuhan kota Sorong. Selanjutnya, dari kota Sorong barulah kamu menyeberang ke pulau besar tersebut (Waigeo, Misool, Batanta atau Salawati) menggunakan kapal-kapal ferry express yang sudah banyak tersedia dari pelabuhan rakyat di Sorong.

Panorama tepi pantai di Misool, Raja Ampat Papua

Berikut beberapa informasi penting terkait akomodasi dan hal-hal lainnya saat solo traveling di Raja Ampat :

  • TRANSPORTASI. Setelah sampai di kota Sorong, maka transportasi menuju ke Waisai (ibukota Raja Ampat) yang berada di Pulau Waigeo, bisa ditempuh menggunakan Kapal Bahari Express (kapal cepat) yang berangkat setiap hari dari Pelabuhan Rakyat Sorong. Harga tiketnya Rp 125 rb (kelas ekonomi) dan Rp 250 rb (VIP) sekali jalan, dengan jadwal 2x sehari yaitu pagi hari sekitar jam 09.00 WIT pagi dan siang hari sekitar jam 14.00 WIT dan lama perjalanan berkisar 2 jam. Buat kamu yang tujuannya bukan ke Waisai, melainkan ke pulau-pulau kecil lainnya tempat kamu menginap di Homestay, maka biasanya setiap Homestay di pulau-pulau kecil itu sudah menyiapkan kapal khusus untuk menjemputmu di dermaga Waisai (biaya ditanggung penumpang dan bisa sharing jika ada penumpang dengan tujuan Homestay yang sama). Sedangkan jika tujuanmu ke Misool maka juga tersedia Kapal Bahari Express meskipun tidak beroperasi setiap hari, melainkan cuma jalan di hari Senin, Rabu dan Jumat dengan tarif tiket per orang Rp 250 rb (kelas ekonomi) sekali jalan dan lama perjalanan berkisar 4 jam. Selain itu pula, tersedia juga Kapal Express yang menuju ke pulau besar lainnya, jadwal dan tarif tiketnya bisa kamu cek saat berada di Pelabuhan Rakyat Sorong dan membelinya langsung di loket resminya.

    Suasana di Kapal Bahari Express menuju Waisai, Raja Ampat
  • HOTEL / PENGINAPAN / HOMESTAY. Terdapat berbagai bentuk penginapan yang dapat kamu pilih sesuai dengan budget dan tujuan perjalananmu, namun yang paling banyak adalah tipe penginapan Homestay. Jika kamu merencanakan menginap di Waisai maka pilihan penginapannya lebih banyak, mulai dari Wisma, Hostel, Homestay, Hotel biasa, Hotel berbintang hingga Resort mewah, tersedia di pulau Waigeo ini (di Waisai). Namun jika kamu berniat menginap di pulau-pulau kecil sekitarnya, maka mayoritas tipe penginapannya adalah berupa Homestay dan harga per malam nya sudah termasuk fasilitas makan 3x sehari dan snack 2x sehari. Selain itu juga perlu kamu pertimbangkan biaya transportasi dari Waisai untuk dapat sampai ke pulau-pulau kecil tersebut yang harus menyewa kapal khusus karena tidak ada transportasi kapal publik yang bisa mengantar ke homestay-homestay tersebut. Selain memesan Hotel / Penginapan melalui website atau aplikasi mobile yang sudah banyak tersedia saat ini (Agoda, Traveloka, Booking, dll), maka khusus untuk pemesanan Homestay di Raja Ampat, kamu bisa cek dan order melalui website ini : www. stayrajaampat.com.

    Gambar atas : Kakatua Hostel di Waisai. Gambar bawah : Nut Tonton Homestay di Misool
  • TRIP / WISATA. Nah ini dia yang paling penting, sudah sampe di Raja Ampat, sudah dapet penginapan, so what ? pastinya mau jalan-jalan dong, trus piye carane ? Biasanya, setiap penginapan sudah punya channel masing-masing dimana mereka bisa menawarkanmu trip-trip harian ke tempat-tempat wisata di sekitar Raja Ampat, mirip dengan Open Trip gitu deh gaes. Misal : one day trip ke Piaynemo,  one day trip ke Wayag, one day trip snorkeling, one day trip trekking Burung Cendrawasih, dan sebagainya. Jadi, usahakan cari info sebanyak-banyaknya dan ikutlah open trip lokalan ini, karena pasti akan lebih murah karena sistemnya sharing cost. Pengalaman saya selama disana, nyaris hampir tiap hari ada aja koq open trip yang mereka jalankan, karena mereka sudah punya komunitas antar pengelola wisata lokal di sana, jadi jika mereka membuat trip, pasti akan saling mencari peserta agar bisa memenuhi jumlah kuotanya. Namun jika kamu perginya agak rame’an, misal ber4, ber5 atau lebih, bisa juga dengan menyewa kapal secara private dan sharing cost diantara kalian. Cara lainnya, khususnya jika kamu menginapnya di homestay pulau-pulau kecilnya, bisa dengan menyewa kapal pemilik homestay atau sharing kapal pemilik homestay dengan sesama tamu yang menginap di homestay tersebut, jadinya bisa lebih murah karena sharing cost. Apalagi jika homestay tempat menginapmu lokasinya sudah sangat dekat dengan tempat-tempat wisata, misalnya dekat dengan spot snorkeling, dekat dengan lokasi trekking burung Cendrawasih, dekat dengan lokasi Manta point, dan sebagainya, maka biaya sewa kapalnya pasti akan jauh lebih murah. Jadi, pertimbangan kamu menginap dimana dan kamu mau wisata kemana saja, akan sangat berhubungan satu dengan lainnya.

    Dari atas puncak bukit di Teluk Kabui, Raja Ampat Papua
  • KULINER. Jika kamu menginapnya masih di sekitar pusat kota Waisai (pulau Waigeo), maka masih banyak cafe, resto atau warung-warung makan yang dijumpai, jadi tinggal milih mau makan apa dan harganya juga tidak terlampau mahal koq, mirip-mirip di Jakartalah. Tapi jika kamu menginapnya di area pinggiran kota Waisai, apalagi kalo sudah memilih menginap di pulau-pulau kecil sekitar Raja Ampat, maka jangan harap ada resto, cafe atau warung yang menjual makanan disana. Oleh karena itu, setiap homestay di pulau-pulau itu sudah menyediakan paket menginap termasuk makan, minum dan snack setiap harinya. Jadi, kalo kamu memang tipe orang yang rada susah dengan menu makanan, maka usahakan bisa membawa makanan pelengkap sendiri karena belum tentu bisa cocok dengan menu makanan di homestay yang mau gak mau, gak ada pilihan lain, kecuali mancing ikan dan udang sendiri ya gaes wwkkwkww.

    Welcome to Raja Ampat, Papua
  • KEBUTUHAN SEHARI-HARI. Cuma ada 2 (dua) lokasi utama yang menyediakan kebutuhan sehari-harimu secara lengkap, pertama di kota Sorong dan kedua di kota Waisai. Meski lebih disarankan jika mau berbelanja kebutuhan sehari-hari pastinya akan lebih murah di Sorong dibanding belanja di Waisai. Kalo di Sorong sih udah pastilah semuanya ada, secara ibukota kabupaten gitu loh, ada Supermarketnya yang super duper besar dan menjual segala kelengkapan harian, pokoke segala fasilitas ada disini. Nah bagaimana dengan di Waisai ? ternyata di Waisai pun sudah lumayan lengkap, meski toko-tokonya berupa warung-warung kecil atau pasar tradisional, tapi di dalam warung yang tampaknya kecil itu, ternyata segala kebutuhan harian juga sudah lengkap gaes, meski ya itu, harganya bisa sampe 2x lipat dibanding di Jakarta wkwkkw. Jadi jika memang mau ngirit, belanjalah dan persiapkankan segala kebutuhan harianmu, sejak dari kota asalmu (asal tidak overweight bagasimu).
One Day Trip di Raja Ampat, Papua. Gambar atas : di Misool. Gambar bawah : di Piaynemo
  • AKSES DATA INTERNET / HP. Cuma Telkomsel yang sinyalnya nongol disini ya gaes, jadi kalo mau tetep eksis dan gak mati gaya, pakailah simcard Telkomsel karena sinyalnya sangat kuat terutama di daerah sekitar Waisai dan pulau-pulau yang masih berlokasi dekat dengannya. Tapi, jika kamu sudah beranjak jauh dari tempat ini apalagi sampai menginap di pulau-pulau terpencil yang banyak tersebar di wilayah Raja Ampat, maka ada kemungkinan juga tidak dapat sinyal sama sekali, atau masih dapet sinyal tapi on off on off gitu deh gaes, seperti saat gue menginap di salah satu homestay yang lokasinya berada di pulau terpencil di sekitar daerah Misool, maka gue pun mati gaya selama 5 hari 4 malam dan hanya bersahabat akrab dengan deburan ombak wkwkwkw.
  • AKSES ke BANK / ATM. ATM hanya bisa dijumpai di kota Sorong dan di Waisai, jadi usahakan bikin perencanaan biaya yang matang ya bro sis, sehingga kamupun harus sudah siap uang cash sesuai kebutuhanmu sebelum berangkat dan bahkan tinggal lama di pulau-pulau terpencil sekitar Raja Ampat. Umumnya, semua homestay, hotel, atau hostel/guest house, di sekitar Raja Ampat hanya menerima uang cash, kecuali mungkin beberapa hotel atau resort besar yang bisa menerima pembayaran kartu kredit atau transfer bank, seperti di salah satu homestay di dekat pulau Misool yang meskipun lokasinya sangat terpencil di pulau kecil, tapi ownernya bisa menerima pembayaran transfer bank, dan hal ini bisa gue lakukan karena posisi gue saat itu yang masih berada di kota Waisai (sinyal Telkomsel kuat dan juga ada ATM), sehingga gue masih bisa memanfaatkan fitur SMS Banking Mandiri untuk transfer pembayaran homestaynya beberapa hari sebelum gue check in di homestay tersebut. Uang cash juga pasti kamu perlukan saat akan membayar trip atau wisata harian atau sewa kapal, yang pastinya akan kamu lakukan saat jalan-jalan di sana. Jadi, jangan lupa buat rincian detail kebutuhan biayamu dan siapkan uang cashnya ! (tetap waspada jika selalu membawa uang cash banyak ya bro sis).

Nah begitulah kira-kira sekilas gambaran tentang Raja Ampat jika kamu berminat menjadi Solo Traveler seperti gue hehehe. Tulisan detail dan lengkap lainnya akan saya ulas satu persatu agar bisa memberikan informasi yang lebih lengkap buat bro sist. Semoga tulisan ini bisa menginspirasimu untuk mempersiapkan perjalanan menuju salah satu tempat terindah di negara kita tercinta Indonesia !

PESONA INDONESIA – WONDERFUL INDONESIA

– Raja Ampat, Papua  – November 2017 –

– My Trip My Happiness –

4 thoughts on “Solo Traveling ke Raja Ampat ? Bisa Banget, Ini Tipsnya !

  1. Hai mba,

    infonya berguna banget nih, rencana bulan mei tahun depan mau ke raja ampat juga nih backpackeran. Ditunggu tulisan2 berikutnya ya kl bisa di rinciin biaya2 nya mba biar ada gambaran harus nabung brp nih buat kesana maklum kantongnya pas2an. Kalau mba berkenan bagi kontaknya dong mba buat tanya2 ^_^ email ke saya ya erris.marvennita1987@gmail.com

    Terima kasih

  2. halo mbak sonya! OMG akhirnya ada juga yang nulis solo travelling ke raja ampat sendiri dan keren2 fotonya!
    aku boleh minta juga ga perincian kira2 duit cash yang butuh dibawa kesana berapa biar ga kekurangan dan malu2in seperti bule2 yang ngamen. hahaha.

    aku bakal ke raja ampat nanti juni sendirian hehe, kalo boleh nanti aku email langsung buat tanya2 bisa kak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.