Selamat Datang di Ninoy Aquino International Airport, Manila Philipina

JEJAKLANGKAHKU – Apa yang membuat gue memutuskan untuk menghabiskan jatah libur Lebaran tahun ini sampe bela-bela’in terbang ke Philipina adalah, karena konon kabarnya dan kabar mbah google tuh kalo Philipina juga punya pesona pantai dan pulau-pulau yang gak kalah cantiknya di banding negara kepulauan lainnya. Dan sebagai traveler pecinta mati pantai, laut dan pulau, maka tanpa berpikir panjang lagi, kuputuskan untuk langsung mencari tiket murah ke Manila dan menjadikannya kota starting point menuju pulau-pulau cantik yang bertebaran di Philipina bersama Cebu Pasific Airlines.

Sebagai warga negara Indonesia, maka untuk masuk ke negara Philipina kita tidak dikenakan visa, namun dengan batas waktu kunjungan paling lama 14 hari kalender, hmmm lumayanlah secara libur Lebaran juga gak terlampau lama jadi pas banget jumlah harinya. Pintu masuk ke Philipina bagi warga negara Indonesia yang bebas visa adalah melalui kota Manila, jadi memang ada baiknya kamu datang ke Manila dulu baru kemudian memutuskan untuk melanjutkan penerbangan ke pulau-pulau lainnya. So, cuma butuh tiket pesawat ama passport aja ya gaes, gampang kan ?

Promosi Pariwisata Philipina di Bandara Ninoy Aquino Manila

Lama penerbangan dari Jakarta menuju Manila berkisar 4 jam dan selama dalam perjalanan kamu akan disuguhkan pemandangan laut, laut dan laut lagi wkwkkw, ya iyalah secara klo liat di peta rutenya emang gitu, mengarungi lautan luas, panjang dan lama, sempat was-was juga sih dengan isu seringnya Philipina dilanda badai, makanya sebelum memutuskan akan traveling ke Philipina ada baiknya kalian mengecek info cuaca juga ya bro sis, kapan saat yang tepat, kapan musim yang bagus, kapan saat resiko terjadinya badai paling minim dan sebagainya. Nah saat kedatangan gue yang lalu diakhir bulan Juni, infonya memang merupakan batas akhir cuaca bagus di Philipina dan akan segera memasuki musim hujan, makanya gue berani banget untuk berangkat, meskipun disaat bersamaan saat itu Hongkong sedang dilanda badai dan bertebaranlah warning-warning horror dari temen-temen gue, hadewww ! Cuek’in aja, be a positive thinking, dan thanks God, semuanya berjalan lancar meski hanya sempat turun hujan beberapa jam saat berada di El Nido, namun secara umum cuacanya oks banget !

Menggunakan penerbangan bersama Cebu Pasific Airlines maka kita akan mendarat di Bandara Ninoy Aquino International Airport di kota Manila, ibukota Philipina. Jangan lupa untuk mengisi immigration card ya gaes, wajib banget diisi, meski sempat terlewatkan saat pembagian di atas pesawat karena mungkin tampang gue yang gak ada bedanya dengan orang Philipina, jadi cuma si bule seblah duduk gue di pesawat yang dikasi immigration card nya dan gue dicuek’in sama pramugarinya, duh ! Tapi tenang aja, kita bisa mengisinya saat sudah tiba di area pemeriksaan passport, bisa diambil di meja-meja kecil yang ada disana, isiannya juga gak banyak koq, very simple, dan gak ada sobekan nya ya gaes, jadi semua card yang kita isi akan diambil oleh petugas imigrasi, jadi tidak ada bukti sobekan kartunya saat balik nanti, so jangan panik kalo pas mau balik trus nyari-nyari di dalam passport kaya gue kemaren, mana ya bukti kartu imigrasinya? waaa panik deh, padahal memang gak ada wkwkkw.

Counter Penjualan Sim Card Lokal Philipina di Bandara Ninoy Aquino Manila

Saat tiba di terminal kedatangan internasional, suasananya tuh gak jauh bedalah dengan terminal 1 dan 2 di Soetta, keluar dari pintu kedatangan disambut jejeran para penjemput yang super duper padat meski gak satupun diantara mereka yang akan menjemput gue, cian deh ! Dengan langkah sigap dan mata kelayapan kemana-mana, akhirnya sukses menemukan money changer dan counter SIM Card yang tepat berada di depan pintu kedatangan internasional, karena memang inilah hal pertama dan utama yang pasti akan dilakukan backpacker kaya gue, nuker duit, dan ganti Sim Card donk biar bisa tetap eksis ! Terdapat beberapa bank dan money changer ya gaes, tapi ya itu, kurs nya rata-rata sama aja sih, jadi gak usah sok mondar-mandir nyari kurs yang paling murah sampe kaki gempor jalan dari ujung ke ujung narik-narik koper, eeeee… sami mawon ternyata, so siapkan passportmu dan selamat menukar duit ya, dan tipsnya adalah mendingan bawa US Dollar daripada Rupiah, karena sepenglihatan gue di daftar mata uang yang terpampang, gak ada tulisan Rupiah, deuh ! Nah murahan mana nuker duit di bandara ama di kota Manilanya ? jawabnya : sama aja, kursnya gak jauh beda, jadi kamu bisa nuker dikit dulu di bandara trus nanti saat masuk kota Manila bisa nuker lagi. Oiya, fyi untuk nuker peso di Jakarta sangat minim ya gaes, cuma sedikit money changer yang menyediakan peso, jadi sebisanya bawa USD atau tarik tunai di ATM Manila juga bisa dilakukan (eh tapi gue blum coba dink, harusnya sih bisa aja, sepanjang ada logo Visa atau Master).

Suasana di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ninoy Aquino Manila, Philipina

Setelah tenang karena udah megang peso Philipina, sekarang saatnya kita ganti Sim Card, lokasi counternya seblah-seblahan ama money changer, jadi gak repot lagi jalan kesana kemari. Untuk operator cellular di Philipina, konon kabarnya ada 2 (dua) operator yang sinyalnya dijamin paling kuat dan paling nongol dimana-mana seantero Philipina yaitu Smart dan Globe, meskipun mungkin ada pilihan operator lainnya tapi berhubung gue udah punya plan bakal sampe ke daerah terpencil nun jauh di pulau-pulau pelosoknya, makanya tanpa pikir panjang, gue milih aja langsung salah satu diantaranya dan terbukti saat gue sedang berada di salah satu pulau terpencil di El Nido, sinyal 3G nya masi nongol aja, bravo ! Pilihan menu paket data dan call nya juga beragam banget ya gaes, tinggal kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu akan berapa lama stay di Philipina dan tentunya dengan budget yang kamu miliki. Saat kedatangan lalu, pilihan gue jatuh ke telco Globe dan membeli paket data seharga, yah lupa gue (kek nya sekitar Rp 125 rb gitu deh gaes) yang dapat dipakai selama 2 minggu, ya gak mahal-mahal amatlah ya, daripada harus roaming internasional hehe.

Tantangan selanjutnya adalah mencari moda transportasi untuk bisa sampe ke hotel yang sudah gue booking sebelumnya di area pusat kota Manila tepatnya di area Ermita (dekat pantai di tengah kota Manila). Sepanjang pengamatan gue, transportasi dari bandara Ninoy Aquino ke kota Manila bisa kamu pilih menggunakan airport bus ataupun taksi. Nah saat keluar dari pintu kedatangan internasional udah keliatan tuh banyak taksi berkeliaran dan juga ada bus-bus airport berbagai jurusan. Berhubung saat itu gue bawaan nya koper gede, maka pilihan airport bus langsung gue drop, males ngangkat naik turunnya, ribet dah, dan berhubung gue datengnya sendirian aja, maka mau gak mau, suka gak suka, terpaksa naik taksi bayar sendiri yang pastinya jauh lebih mahal dibanding bus. Oiya, ada 2 (dua) macam taksi disini ya bro sis, jangan main naek aja, karena kalo kamu sempat naik taksi yang warnanya kuning dan tampaknya lebih baru dan bagus mobilnya, maka siap-siap bayar lebih mahal (argo meter), tapi kalo kamu mau yang lebih murah, maka pilihlah taksi-taksi yang berwarna putih. Gue juga nyaris maen naik aja, untung sempat nanya ke satpam airport dan dikasi tau kalo taksi kuning yang nongkrong tepat di depan pintu kedatangan itu tarifnya lebih mahal, dan gue disarankan naik taksi yang warna putih. Nah taksi warna putih itu lokasinya agak jauh ke arah luar ya, jadi kudu jalan dikit sekitar 100 m dari pintu kedatangan, nyebrang jalan, trus nemu antrian taksi-taksi warna putih, nah itulah dia. Cara naiknya, kita harus antri dulu dan setelah giliran akan naik ke taksi, akan ada 1 petugas yang menanyakan tujuan kita mau kemana. Petugas itu akan memberikan selembar kertas kecil berisi tujuan kita kemana termasuk menginformasikan tujuan kita ke driver taksinya (secara banyak drivernya yang gak bisa ngomong Inggris), termasuk nomor telepon pengaduan jika taksinya kenapa-kenapa wkwkwk, semoga enggak lah ya. Taksi putih ini ternyata bukan hanya satu brand taksi aja, warnanya memang sama putih, tapi logo brand nya beda-beda, hanya saja mereka sudah kerjasama dengan bandara jadi bisa beroperasi disini. Nah silahkan naik dan bayarlah sesuai jumlah yang tertulis di argometernya saat tiba di tujuan.

Pangkalan Taksi di depan Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ninoy Aquino Manila Philipina

Pengalaman gue saat pulang pergi dari hotel ke bandara ini adalah, so far aman-aman aja, semua sesuai argo dan rutenya pun klo gue amati dari google map (secara udah bisa maen internet wkwkw) sudah sesuai, gak di puter-puter’in. Tapi yang namanya scam, teteup aja ada dimana-mana mengintaimu, jadi sempat satu kali saat balik dari Pulau Palawan dan akan masuk kota Manila lagi dan pake taksi putih ini, dipaksa ama drivernya untuk lewat tol aja, alasannya jalanan menuju kota Manila macet. Trus gue nanya, bayar brapa masuk tol ? dikasi taulah nambah 45 peso, ok karena gak mahal-mahal amat, ya ok lah masuk tol. Tapi koq gelagat drivernya aneh ya, gak enak gitu deh, gue kan feeling banget klo aneh-aneh kaya gini, nah bener dah, setelah masuk tol dan muter-muter di dalam tol, saat keluar tol gue penasaran cek di google map, posisi gue dimana nih sekarang ? dan tau gak gaes, setelah keluar tol itu ternyata posisi mobil taksi yang gue tumpangin itu masih aja berada di sekitar bandara…. whattttt ??? OMG, itu argo kan jalan terus, hadew kena deh gue, ya sudah, akhirnya gue tanya’in terus-terusan sambil ngomel ke drivernya, tapi berhubung dia bahasa Inggrisnya patah-patah, lama-lama males juga beradu mulut, ya sudahlah, untung selisihnya cuma sekitar Rp 30 ribuan (normalnya tarif argo taksi dari bandara ke area Ermita sekitar 150 peso, gara-gara kena scam jadi harus bayar total sekitar 250 peso, glek), jadinya yaaaa pasrahkan aja ah, itung-itung juga dapet pengalaman scam disini, oooo kek gini toh rasanya hahahaha, jadi bisa cerita kan ! So, be carefull ya gaes, kalo kalian rame-rame sih gak pa pa, tapi kalo kaya gue yang solo traveler gini, gak punya temen buat nemen’in berantem wkwkwkw, bisanya pasrah waeeee !

Pangkalan Taksi Meter (argo) di depan Terminal Kedatangan Bandara Ninoy Aquino Manila, Philipina

Nah untuk arah sebaliknya dari hotel di tengah kota Manila ke Bandara Ninoy Aquino, kamu bisa menggunakan taksi putih itu lagi yang banyak berkeliaran di dalam kota, atau kalo mau lebih irit dan aman juga bisa pake Grab, karena ada juga Grab di Manila ini sodara-sodara. Atau kalo gak mau repot juga bisa pesen taksi dari hotel tempatmu menginap. Sebagai perbandingan saat kunjungan lalu, dari hotel ke bandara menggunakan Grab (yang diorder dari aplikasi mobilenya hotel), tarifnya cuma 193 peso. Kalo pake taksi putih yang sudah kerjasama dengan hotel (dijamin lebih aman sih, biasanya mereka nongkrong depan hotel) tarifnya lebih mahal, 300 peso. Atau pilihan lainnya nyetop sendiri taksi putih argo yang lalu lalang depan hotel, tapi ya itu tetap beresiko karena taksi putih yang beredar di dalam kota Manila ini rata-rata tawar menawar tarifnya, meskipun sebenarnya ada argo nya, tapi kebanyakan dari mereka akan nanya kemana tujuan kita dan mereka akan kasi tarif yang biasanya 2x lipat dari tarif argo, kecuali kalo kamu pas lagi beruntung menemukan driver taksi putih ini yang mau pake argo (gue sempat ketemu juga koq beberapa diantara mereka ada juga yang mau pake argo, biasanya driver taksinya orangnya sudah tua, udah sepuh, opa-opa, tapi ramah banget, jadi berasa cucu nya dueh), tapi ya itu, untung-untungan mah kalo ini, ada kali 1 diantara 20 orderan dapet yang kaya gini hahaha. Semoga anda beruntung ya gaes ! Cara lainnya juga mungkin bisa menggunakan bus bandara, hanya saja gue gak sempat eksplore caranya, dan juga kebetulan flight gue subuh-subuh banget (bayang’in aja jam 3 subuh udah otewe bandara sendirian di dalam Grab, untung nemu drivernya yang opa-opa lagi, jadi tenang deh hahaha) jadi blas gak kepikiran sama sekali untuk rempong naik bus bandara, tapi sila di googling ya bro sis.

Welcome to Manila, Philipina… Mingalaba

Nah begitulah sekilas info suasana dan kondisi saat kedatangan & keberangkatan gue di dan dari Bandara Ninoy Aquino Manila, semoga bisa jadi referensi kalian saat akan menjejakkan langkah di Manila, Philipina.

– Philipina – Juni 2018 –

– My Trip My Happiness –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.